Bekali Anggota Baru dengan Pengetahuan Menulis, Lembaga Riset dan Debat Mengadakan First Gathering dan Pelatihan Esai

Semarang – Lembaga Riset dan Debat UIN Walisongo mengadakan First Gathering sekaligus dengan Pelatihan Kepenulisan Esai pada hari Jumat (05/12/2025). Pada sesi kegaiatn ini dilakukan secara offline di gedung ISDB FSH dengan mengangkat tema “Menumbuhkan Kemampuan Menulis Dari Dasar hingga Strategi Esai Juara.”

Adapun narasumber yang mengisi adalah Direktur Lembaga Riset dan Debat, Putri Wulan Ramadhiani dan Sekretaris Divisi PSDM, Auliya Anas Tasya. Pembukaan acara dimulai dengan penjelasan mengenai lebih dalam mengenai Lembaga Riset dan Debat yang dibawa oleh Putri bahwa LRD merupakan sebuah komunitas independen dan bukan UKM yang didirikan pada tanggal 5 Oktober 2017.

“Jadi Lembaga Riset dan Debat didirikan pada tanggal 5 Oktober 2017. Bentuknya bukan UKM Fakultas atau Universitas, melainkan komunitas Independen” ujarnya.

Setelah Putri menjelaskan mengenai LRD secara mendalam, kemudian Tasya menjelaskan mengenai materinya mengenai kepenulisan esai. Awalnya ia menjelaskan mengenai tiga tujuan dalam menulis yakni agar dapat melatih kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, dan komunikasi.

“Oke sebelum kita menulis, maka kita harus pahamin terlebih dahulu tujuan menulis itu untuk apa. Jadi tujuan kita menulis adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis terhadap suatu fenomena, membuat konsep argumentasi yang jelas, dan memiliki komunikasi yang lancar” ucapnya.

Ia juga menjelaskan mengenai struktur dalam penulisan esai. Adapun strukturnya terdiri dari bagian pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Ketiga struktur tersebut berisi masalah, tujuan penulisan, solusi, dan penerapannya.

“Adapun struktur esai terdiri dari tiga bagian utama yakni pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Tiga stuktur esai itu harus memperhatikan masalah yang diangkat, tujuan penulisan, solusi, dan penerapannya” ucapnya.

Selanjutnya Tasya menjelaskan mengenai berbagai hal yang harus diperhatikan dalam lomba esai. Apabila tidak memperhatikan beberapa point penting tersebut akan berakibat fatal pada penilaian.

“Jadi kita harus memperhatikan beberapa point penting dalam lomba esai. Contohnya seperti perhatikan sistematika dan template esai yang telah disediakan oleh penyelenggara lomba, susunan layout harus rapi, bahasa tidak bertele-tele, dan harus memahami dengan benar semua isi esainya apabila terdapat presentasi pada tahap selanjutnya” ujarnya.

Diva Riza Agustin selaku moderator dalam acara ini menyatakan bahwa pelatihan esai ini sangat berguna bagi anggota baru LRD agar mereka mempunyai pandangan mengenai komunitas ini dan juga memiliki modal kemampuan menulis esai.

“Anggota baru LRD sangat antusias dalam mengkuti kegiatan ini bahkan disini terdapat bedah esai yang telah menjadi juara. Aku berharap mereka dapat memahami dengan baik selak beluk LRD dan juga mampu memiliki kemampuan dalam menulis esai” ucapnya.

Next Post Previous Post