Jendela Cakrawala Gelar Buka Bersama dan Diskusi: Menakar Urgensi Dinasti Politik dalam Demokrasi Indonesia

Pada hari Kamis, 12 Maret 2026, pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB, bertempat di Cafe Kairos, Ngaliyan. telah berlangsung kegiatan Buka Bersama dan Diskusi yang diselenggarakan oleh Divisi Riset yaitu Jendela Cakrawala yang Mengusung tema “Demokrasi vs Dinasti Politik: Menakar Urgensi Larangan Keluarga Presiden dan Wakil Presiden Mengikuti Pilpres”, acara ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi di bulan Ramadhan yang penuh berkah. 

 Acara dibuka dengan sambutan oleh moderator yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud komitmen dalam mengawal isu-isu ketatanegaraan, sekaligus merawat kebersamaan di tengah bulan suci. Selepas sambutan, sesi materi inti disampaikan oleh Akhmad Arif Khoirudin, S.H., M.H., seorang akademisi dan praktisi hukum, dengan moderator Naufal Adnan Fardani yang memandu jalannya diskusi. 

Dalam pemaparannya, Akhmad Arif Khoirudin menguraikan secara komprehensif persinggungan antara demokrasi dan fenomena dinasti politik, khususnya terkait urgensi pengaturan larangan bagi keluarga presiden dan wakil presiden yang hendak maju dalam pemilihan presiden. Narasumber menjelaskan bahwa secara konstitusional, hak memilih dan dipilih dijamin oleh UUD 1945, namun demokrasi yang sehat memerlukan pembatasan-pembatasan tertentu guna mencegah konsentrasi kekuasaan yang berpotensi melemahkan prinsip checks and balances. 

Beliau menyoroti praktik dinasti politik yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara dengan sistem presidensial. Menurutnya, tanpa adanya regulasi yang jelas, demokrasi bisa terjebak dalam sirkulasi elite keluarga yang sama, sehingga meritokrasi dan regenerasi kepemimpinan nasional menjadi terhambat. Diskusi pun mengalir membahas perbandingan regulasi di beberapa negara, serta pro dan kontra yang muncul di masyarakat.” Tegasnya. Setelah penyampaian materi, moderator membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta yang hadir antusias menyampaikan pertanyaan maupun pandangan kritis. Beberapa pertanyaan antara lain, apakah larangan tersebut dapat dianggap melanggar hak asasi, apakah dinasti politik dilarang, serta peran Mahkamah Konstitusi dalam menguji undang-undang pemilu ke depan. 

Menjelang waktu berbuka, moderator merangkum simpulan diskusi dan memberikan penguatan bahwa kegiatan ini adalah bagian diskusi rutin yang wajib diadakan. Narasumber turut menambahkan pesan penutup, mengajak seluruh peserta untuk tetap kritis dan aktif menyuarakan gagasan-gagasan sistem politik Indonesia. Setelah diskusi selesai, seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Indahnya Ramadhan benar-benar terasa melalui momen kebersamaan ini. 

Acara diakhiri dengan foto bersama sebagai dokumentasi. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Jendela Cakrawala berharap dapat terus menjadi wadah bagi anggota maupun pengurus LRD untuk belajar, berdiskusi, dan menyuarakan gagasannya secara bertanggung jawab.

Next Post Previous Post