LRD Gelar Seleksi Debat Internal untuk Persiapan UNIDA Law Fair dan Gusdurian Law Fair
Semarang – Lembaga Riset dan Debat (LRD) UIN Walisongo Semarang menggelar Seleksi Debat Internal pada Sabtu (28/2/2026) sebagai bagian dari persiapan delegasi yang akan mewakili organisasi dalam kompetisi UNIDA Law Fair dan Gusdurian Law Fair. Kegiatan tersebut menghadirkan Muhammad Rifki Prayoga, Muhammad Zidan, dan Ridho Idham sebagai dewan juri, serta dimoderatori oleh Sabrina Naiahadi Titania.
Seleksi internal tersebut diikuti oleh anggota LRD yang berminat untuk menjadi delegasi pada kedua kompetisi debat tingkat nasional tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjaring peserta yang memiliki kemampuan argumentasi, analisis isu, dan penguasaan substansi hukum yang baik.
Dalam pelaksanaannya, peserta diuji melalui simulasi debat dengan berbagai mosi yang dirancang untuk mengukur kemampuan mereka dalam memahami persoalan, menyusun argumentasi, dan mempertahankan posisi selama perdebatan berlangsung.
Salah satu juri, Muhammad Rifki Prayoga, mengatakan bahwa seleksi internal menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan delegasi sebelum terjun ke kompetisi yang sesungguhnya.
“Seleksi ini tidak hanya bertujuan memilih delegasi terbaik, tetapi juga melihat kesiapan peserta dalam membangun argumentasi yang sistematis dan berbasis data,” ujar Rifki.
Menurutnya, kemampuan berpikir kritis dan memahami substansi mosi merupakan aspek yang perlu dimiliki oleh setiap debater untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Senada dengan itu, Muhammad Zidan menilai bahwa proses seleksi dapat menjadi ruang evaluasi bagi peserta untuk mengetahui kekuatan dan aspek yang masih perlu dikembangkan.
“Melalui seleksi ini, peserta dapat memperoleh masukan mengenai teknik penyampaian argumentasi maupun analisis terhadap suatu isu,” kata Zidan.
Sementara itu, Ridho Idham mengatakan bahwa seleksi internal juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi peserta yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebelum menghadapi kompetisi.
“Proses seleksi bukan hanya tentang penilaian akhir, tetapi juga tentang melihat potensi serta kesiapan peserta untuk berkembang dalam kompetisi debat,” ujar Ridho.
Moderator kegiatan, Sabrina Naiahadi Titania, mengatakan bahwa seleksi debat internal merupakan bentuk komitmen LRD dalam mempersiapkan delegasi secara matang sebelum mengikuti kompetisi.
“Kami berharap seleksi ini dapat menjadi langkah awal untuk membentuk tim yang siap bersaing dan membawa nama baik LRD di UNIDA Law Fair maupun Gusdurian Law Fair,” ujar Sabrina.
Salah satu peserta, Hisnun Naja, menyambut baik pelaksanaan seleksi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus memperoleh evaluasi yang berguna untuk pengembangan diri.
“Seleksi ini memberikan pengalaman berharga karena kami tidak hanya berlatih berdebat, tetapi juga mendapatkan masukan langsung dari para juri,” ujar Hisnun.
Melalui kegiatan Seleksi Debat Internal, LRD berharap dapat mengirimkan delegasi yang memiliki kesiapan akademik dan kemampuan debat yang baik untuk berkompetisi dalam ajang UNIDA Law Fair dan Gusdurian Law Fair, sekaligus mendorong peningkatan kualitas anggota di bidang debat hukum.