LRD Gelar Training Debaters Batch 1 untuk Perkuat Fondasi Debat Anggota



Semarang – Lembaga Riset dan Debat (LRD) UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan Training Debaters Batch 1 bertajuk “Membangun Fondasi Debat: Memahami Hakikat Debat dan Strategi Membaca Mosi” pada Rabu (11/3/2026) pukul 09.00 WIB di area sebelah Planetarium UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menghadirkan Eko Wahyu Ramadani sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Ega Setyawan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota LRD dan peserta yang memiliki minat dalam pengembangan kemampuan debat. Materi yang disampaikan berfokus pada pemahaman dasar mengenai hakikat debat serta strategi dalam membaca dan menganalisis mosi sebelum debat berlangsung.

Dalam pemaparannya, Eko menjelaskan bahwa pemahaman terhadap mosi merupakan salah satu aspek penting dalam kompetisi debat. Menurutnya, kemampuan membaca mosi akan membantu peserta membangun argumentasi yang relevan dan terstruktur.

“Debat bukan sekadar menyampaikan pendapat. Debat menuntut kemampuan memahami isu, menganalisis mosi, dan menyusun argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Eko.

Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara opini pribadi dan argumentasi yang didukung oleh data maupun fakta. Menurutnya, seorang debater perlu memiliki kemampuan riset yang baik untuk memperkuat posisi yang dibangun dalam perdebatan.

Moderator kegiatan, Ega mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan kapasitas anggota LRD di bidang debat. Ia berharap peserta dapat memahami dasar-dasar debat sebelum mengikuti kompetisi yang lebih kompleks.

“Pelatihan ini kami rancang sebagai fondasi awal agar peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep debat dan cara membaca mosi secara tepat,” kata Ega.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait teknik analisis mosi serta penyusunan argumentasi. Sesi tanya jawab berlangsung setelah pemaparan materi utama selesai disampaikan.

Salah satu peserta, Sinta Nabila, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai tahapan awal yang perlu dilakukan sebelum menyusun argumen dalam debat. Menurutnya, materi yang diberikan membantu peserta memahami kerangka berpikir yang digunakan dalam kompetisi debat.

“Saya jadi lebih memahami bagaimana cara mengidentifikasi isu utama dalam sebuah mosi sebelum menyusun argumentasi,” ujar Sinta.

Melalui kegiatan Training Debaters Batch 1, LRD berharap peserta dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analisis isu, dan penyusunan argumentasi sebagai bekal untuk mengikuti berbagai kompetisi debat di tingkat regional maupun nasional.
Previous Post